Assalamualaikum...
Apa kabar sahabat SSC sekalian??? SMI Study Club (SSC) IAIN Ar-Raniry menerima hasil karya teman-teman untuk dipost di blog sederhana ini, bukankah berbagi ilmu itu dinilai ibadah dan akan meningkatkan pemahaman kita terhadap ilmu tersebut...
kirimkan tulisan teman-teman sekalian ke teguh28@ovi.com
dengan format microsof word, spasi 1,5 panjang minimal 200 kata...
ditunggu ya.....
Salam Ekonomi Rabbani...
Assalammualaikum....
Minggu, 21 April 2013
Maqasid Indeks, Sebuah Revitalisasi Pengukuran Kesejahteraan
“Perekonomian tidak seperti labu raksasa yang tumbuh hingga jatuh tempo dan yang ukurannya dapat ditentukan pada setiap tahap dan dibandingkan dari satu musim ke musim berikutnya”
Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau yang lebih dikenal dengan istilah Inggrisnya, Gross Domestic Product, merupakan suatu indeks dan rumusan kuantitatif yang umum digunakan untuk mengukur pendapatan suatu negara. GDP sering disebut sebagai ukuran tunggal yang paling baik dari suatu kesejahteraan masyarakat. Padahal GDP tidak memasukkan nilai tambah dari semua kegiatan yang terjadi di luar pasar. Rumus GDP yang paling sering dipakai (pendekatan pengeluaran) hanya memasukkan nilai Konsumsi, Investasi, Pengeluaran Pemerintah sertaNet Export. Selain itu, GDP juga tidak memasukkan kualitas polusi dan distribusi pendapatan. Sehingga tidaklah mengherankan jika meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia, dinyatakan terus meningkat sebesar 6% secara konstan, namun permasalahan kemiskinan, pengangguran serta kualitas hidup tidaklah berkurang secara signifikan atau bahkan tidak berkurang sama sekali.
Spin Off Unit Syariah Allianz Tunggu Refisi UU Asuransi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unit Usaha Syariah Allianz Life menyatakan perseroan siap berpisah (spin off) dengan induk. Namun demikian pemisahan tersebut masih menunggu hasil revisi peraturan perundang-undangan tentang asuransi.
Head of Syariah Allianz Life Kiswati Soeryoko menyebutkan perseroan telah menyiapkan seluruh persyaratan yang diperlukan untuk spin off. Namun induk perusahaan memutuskan menunggu hasil pengesahan revisi UU Asuransi sebelum memisahkan unit syariah tersebut.
"Kami sudah memiliki kekuatan utama untuk spin off. Kami juga sudah menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia. Tinggal menunggu pengesahan UU Asuransi saja," kata Kiswati kepada ROL belum lama ini.
Induk usaha Allianz Syariah menyatakan telah memberkan komitmennya untuk mengucurkan modal awal bagi perseroan agar memenuhi syaratspin off. Perseroan juga telah menyiapkan produk syariah yang dapat dibeli masyarakat dengan berbagai jenis tipe perlindungan.
Perseroan juga telah memiliki setidaknya 6.500 agen asuransi yang siap memasarkan produk syariah. Seluruh agen asuransi tersebut sudah tersertifikasi secara internal perseroan. "Dari segi kesiapan sudah tidak ada alasan untuk tidak bisa spin off," kata Kiswati.
Revisi UU Asuransi dinilai penting bagi perseroan sebelum memisahkan diri. Hal ini bertujuan agar perseroan memiliki pijakan hukum yang jelas sebelum menjadi perusahaan sendiri. Tanpa selesainya revisi tersebut, induk perseroan belum berani melepaskan unit usahanya tersebut.
Setiap tahunnya Allianz Syariah selalu tumbuh di atas 30 persen. Per akhir 2012 perolehan premi Allianz Syariah mencapai Rp 600 miliar. Sekitar 70 persen dari pencapaian premi tersebut berasal dari asuransi individual. Sisanya berasa dari asuransi mikro. Pemegang polis syariah tercatat lebih dari 70 ribu orang. Dari total bisnis Allianz Life, unit usaha syariah memberikan kontribusi 25-30 persen terhadap perolehan premi.
Hingga saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum juga mengesahkan rancangan undang-undang yang merevisi Undang Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. Padahal drafnya sudah diterima DPR sejak 2012. UU perasuransian perlu direvisi karena belum memuat hal-hal baru. Misalnya seperti penjualan polis asuransi melalui bank (bancassurance) dan produk unitlink.
Senin, 01 April 2013
BSM Luncurkan Produk Cicil Emas
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Mandiri (BSM) meluncurkan produk BSM Cicil Emas (iB). Produk cicil emas tersebut merupakan produk kepemilikan emas kepada masyarakat.
BSM Cicil Emas (iB) memberi kesempatan masyarakat untuk memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Akad yang digunakan pada pembiayaan kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan rahn (gadai).
BSM Cicil Emas (iB) memberi kesempatan masyarakat untuk memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Akad yang digunakan pada pembiayaan kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan rahn (gadai).
BSM Luncurkan Produk Cicil Emas
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Bank Syariah Mandiri (BSM) meluncurkan produk BSM Cicil Emas (iB). Produk cicil emas tersebut merupakan produk kepemilikan emas kepada masyarakat.
BSM Cicil Emas (iB) memberi kesempatan masyarakat memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Akad yang digunakan pada pembiayaan kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan dengan rahn (gadai).
BSM Cicil Emas (iB) memberi kesempatan masyarakat memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Akad yang digunakan pada pembiayaan kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan dengan rahn (gadai).
Bank Permata Syariah Dukung Tekad Cagub BI Agus Martowardoyo
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank syariah di Indonesia mendukung tekad calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perbankan syariah dunia. Komitmen tersebut dinilai akan mempermudah perkembangan perbankan syariah di Indonesia.
Soal Tekad Agus Martowardoyo, Bank Syariah Bukopin Usul 'Spin Off'
REPUBLIKA.CO.ID, Direktur Utama Bank Syariah Bukopin, Riyanto mengatakan tekad mewujudkan Indonesia sebagai pusat perbankan syariah dunia tidak hanya menjadi keinginan Agus semata. "Ini harapan kita semua," ujarnya, di Jakarta, Selasa (26/3).
Saat ini, kata Riyanto, porsi perbankan syariah Indonesia masih kecil. Ke depannya dia berharap porsi tersebut bisa ditingkatkan mengingat penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim.
Dubai Luncurkan Produk Murabahah Komoditi
REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Otoritas Pemerintah Dubai telah meluncurkan transaksi Murabahah Komoditi perdana. Produk ini diberi nama Dubai Multi Commodities Centre (DMCC) Tradeflow.
Ketua Eksekutif DMCC, Ahmed Bin Sulayem, mengatakan pertumbuhan industri keuangan syariah global menuntut pemenuhan produk inovatif yang relevan bagi infrastruktur keuangan syariah.
"DMCC Tradeflow memelopori penggunaan elektronik pada transaksi kepemilikan komoditas di Dubai," ujarnya seperti dikutip CPI Financial, Kamis (28/3).
Peluncuran produk tersebut menjadi tonggak penting dalam industri keuangan syariah. Peningkatan ermintaan keuangan syariah di seluruh dunia telah menciptakan kebutuhan terhadap produk dan layanan berbasis syariah.
Transaksi Murabahah dengan agunan aset komoditi adalah salah satu jawaban permintaan tersebut. Murabahah Komoditi memungkinkan bank syariah mengelola likuiditas dengan menjual komoditas fisik pada keuntungan yang disepakati selama periode pembayaran ditangguhkan.
Setelah menerima kepemilikan kepada komoditas, nasabah bank dapat menjual komoditas di pasar terbuka untuk mewujudkan nilai moneter mereka.
Ketua Eksekutif DMCC, Ahmed Bin Sulayem, mengatakan pertumbuhan industri keuangan syariah global menuntut pemenuhan produk inovatif yang relevan bagi infrastruktur keuangan syariah.
"DMCC Tradeflow memelopori penggunaan elektronik pada transaksi kepemilikan komoditas di Dubai," ujarnya seperti dikutip CPI Financial, Kamis (28/3).
Peluncuran produk tersebut menjadi tonggak penting dalam industri keuangan syariah. Peningkatan ermintaan keuangan syariah di seluruh dunia telah menciptakan kebutuhan terhadap produk dan layanan berbasis syariah.
Transaksi Murabahah dengan agunan aset komoditi adalah salah satu jawaban permintaan tersebut. Murabahah Komoditi memungkinkan bank syariah mengelola likuiditas dengan menjual komoditas fisik pada keuntungan yang disepakati selama periode pembayaran ditangguhkan.
Setelah menerima kepemilikan kepada komoditas, nasabah bank dapat menjual komoditas di pasar terbuka untuk mewujudkan nilai moneter mereka.
sumber republika
| Reporter : Qommarria Rostanti |
| Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari |
Biayai Proyek Negara, Bangladesh Terbitkan Sukuk
REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA--Pemerintah Bangladesh akan menerbitkan sukuk pemerintah pada Juni. Berbagai tujuan melatarbelakangi penerbitan tersebut, salah satunya untuk membiayai pembangunan Padma Bridge Project (PBP).
Menteri Keuangan Bangladesh, AMA Muhith, mengatakan sukuk pemerintah dapat menghasilkan 1 miliar Dollar AS dalam waktu dua tahun.
Menteri Keuangan Bangladesh, AMA Muhith, mengatakan sukuk pemerintah dapat menghasilkan 1 miliar Dollar AS dalam waktu dua tahun.
Bank Syariah Turki Masih 5 Persen dari Irisan Pasar
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR–Perolehan raihan pasar perbankan syariah Turki mencapai 5 hingga 6 persen dari total perbankan syariah dunia. Angka ini jauh lebih rendah dari irisan kue perbankan syariah Malaysia yang mencapai 20 persen atau sekitar 65,6 miliar Dollar AS pada 2012.
Anggota Dewan Bank Sentral Turki, Necdet Sensoy, berharap rencana langkah besar yang disiapkan Turki, mampu membawa kemajuan bagi perbankan syariah dalam beberapa tahun mendatang.
Anggota Dewan Bank Sentral Turki, Necdet Sensoy, berharap rencana langkah besar yang disiapkan Turki, mampu membawa kemajuan bagi perbankan syariah dalam beberapa tahun mendatang.
Langganan:
Postingan (Atom)
